BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saat ini bisnis
kuliner mulai menjamur di berbagai kalangan. Bermacam-macam kuliner sederhana
diracik guna memberi nilai tambah yang dapat meningkatkan nilai produk. Salah
satu bisnis kuliner yang merambah di masyarakat adalah produk martabak, yaitu
kue dadar yang diberi varian rasa. Martabak sendiri berasal dari bahasa Arab,
yakni murtabak yang berarti terlipat.
Tidak hanya di Indonesia, di negara-negara lain seperti Yaman, Malaysia,
Singapura, dan Brunei Darussalam, kuliner ini juga dikenal di kalangan
masyarakatnya.
Di
Indonesia, kuliner ini dikenal dalam dua jenis yaitu martabak asin dan martabak
manis. Martabak asin terbuat dari campuran telur dan daging cincang yang diberi
rasa gurih. Sementara martabak manis atau yang dikenal dengan nama ‘kue terang
bulan’ terbuat dari campuran selai (tergantung dari variasi rasa yang
diinginkan), cokelat, ataupun susu kental yang memberikan rasa manis. Kuliner
ini dapat memiliki komposisi yang berbeda-beda, tergantung lokasi, nama, dan
variasi rasa yang diinginkan.
1.2 Tujuan
Studi kelayakan
usaha ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana martabak dapat
menarik perhatian masyarakat, serta mengetahui analisa dari aspek-aspek yang
dibutuhkan untuk memastikan kelayakan proyek.
1.3 Deskripsi Proyek
Semakin
berkembangnya teknologi, kuliner ini pun mengalami banyak perkembangan terutama
dalam variasi rasa dan adonan standarnya. Untuk menarik minat konsumen, para
penjual martabak menambahkan varian rasa yang unik terutama pada martabak manis.
Varian rasa untuk isian ini diambil
dari merek-merek varian rasa produk yang ada di pasaran seperti cokelat, meses,
selai, biskuit, es krim, marshmallow, agar-agar
dan keju yang dapat memberikan nilai tambah baik dari segi rasa, kualitas,
maupun biaya produk. Tidak menutup kemungkinan, saat ini penjual martabak mulai
mengembangkan varian rasa buah-buahan segar seperti potongan buah apel, buah nanas,
dan lain sebagainya. Untuk adonan standarnya, memiliki variasi yang unik
seperti:
1. Red velvet, variasi
rasa yang berwarna merah menyala dan berlapis putih. Lapisan putih tersebut berupa
krim keju yang tebal. Variasi ini berasal dari Amerika dan biasa ditemukan pada
variasi rasa untuk kue tart.
2. Matcha, variasi
rasa yang berwarna hijau muda dan memberikan sensasi rasa mint. Variasi ini berasal dari bubuk teh hijau Jepang.
3. Blackforest,variasi
rasa yang berwarna hitam cokelat yang dilapisi krim segar dan serutan cokelat
padat yang menyebar. Variasi ini berasal dari Jerman dan biasa ditemukan pada variasi rasa untuk kue tart.
Perkembangan inovasi pun tidak hanya diberikan pada
martabak manis, tetapi juga diberikan pada martabak asin tetapi hanya untuk
varian isi martabak seperti:
1. Smoked Beff, variasi
rasa yang berasal dari olahan daging asap atau daging yang diawetkan dengan
panas dan asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu keras.
2. Bolognaise, variasi
rasa yang berasal dari campuran saus tomat, bawang bombay, dan daging cincang.
Variasi ini biasanya dipakai pada pasta.
3. Tuna, variasi
rasa yang berasal dari olahan ikan tuna.
4. Sosis, variasi
rasa yang berasal dari olahan daging yang sudah dihaluskan. Variasi ini
berbentuk seperti gelatin dan berwarna merah.
5. Kornet, variasi
rasa yang berasal dari olahan daging yang dihaluskan.
6. Jamur, variasi
rasa yang berasal dari campuran olahan jamur seperti jamur tiram, jamur
kancing, dan lain sebagainya.
7. Barbeque, variasi
rasa yang berasal dari pemanasan daging dengan alat panggang serta penggunaan
bumbu, rempah-rempah, dan saus untuk daging.
8. Steak, variasi
rasa dari campuran berbagai bumbu dan rempah-rempah.
BAB
II
KAJIAN
STUDI PROYEK
2.1 Aspek Pasar
Pada
aspek ini akan dibahas mengenai bentuk pasar, peramalan permintaan, dan
peramalan permintaan di waktu yang akan datang.
1.
Bentuk pasar
Pasar
yang dituju adalah pasar konsumen sehingga untuk menentukan harga, varian rasa,
akan ditentukan dari penghasilan rata-rata pelanggan dan umur pelanggan.
2.
Peramalan permintaan
Teknik
peramalan yang dilakukan yaitu secara intuitif. Hal ini ditinjau dari berupa
estimasi dari modal yang tersedia, jam kerja, dan akurasi jumlah produk yang
diinginkan untuk terjual.
3.
Peramalan permintaan di waktu yang akan
datang
Hal-hal
yang diperhatikan dalam mempertimbangkan peramalan permintaan di waktu yang
akan datang adalah sebagai berikut:
·
Modal yang tersedia
·
Kisaran produk yang terjual
·
Pertimbangan harga produk dalam
peningkatan nilai jual.
·
Teknik peramalan yang dilakukan yaitu
campuran berdasarkan intuitif dan data time
series.
2.2 Aspek Pemasaran
Pada
aspek ini akan dibahas lebih lanjut mengenai produk, harga, jenis konsumen,
strategi promosi, lokasi berjualan, dan faktor distribusi produk.
1.
Produk
a. Karakteristik
produk
Produk
martabak ini merupakan produk yang bersifat inovasi, yaitu pada varian rasa dan
bentuk loyang. Setiap produk baik martabak asin maupun martabak manis memiliki
tingkat inovasi yang sama.
b. Spesifikasi
produk
Adapun
spesifikasi produk martabak ditampilkan dalam Tabel 2.1
Tabel 2.1
Spesifikasi produk martabak
No
|
Spesifikasi
|
Martabak asin
|
Martabak manis
|
1.
|
Bentuk
potongan
|
Segi empat
|
Segitiga
|
2.
|
Bentuk loyang
|
Bentuk
segiempat dalam berbagai ukuran
|
Bentuk
lingkaran atau segiempat dalam berbagai ukuran
|
3.
|
Varian rasa
yang tersedia untuk isian
|
·
Barbeque
·
Smoked beef
·
Steak
·
Bolognaise
·
Tuna
·
Kornet
·
Jamur
·
Sosis
·
Klasik
|
·
Cokelat
·
Keju
·
Susu
·
Buah-buahan
·
Selai
·
Oreo
·
Matcha
·
Ovomaltine
·
Marshmallow
Jelly
·
Meses
·
Es krim
·
Kacang
·
Campuran varian
|
4.
|
Bentuk kemasan
|
Kardus (sesuai
dengan ukuran loyang) dengan bagian dalam dilapisi oleh aluminium foil
|
Kardus (sesuai
dengan ukuran loyang) dengan bagian dalam dilapisi oleh aluminium foil
|
5.
|
Komponen utama
|
·
Kulit martabak
·
Telur
·
Daun bawang
·
Garam
·
Merica
|
·
Adonan tepung terigu
·
Mentega
·
Gula pasir
|
6.
|
Variasi adonan
standar
|
Belum tersedia
|
·
Red Velvet
·
Matcha
·
Blackforest
|
7.
|
Komponen
Pendukung
|
·
Nasi
·
Acar
·
Cuka
·
Kecap
·
Saos
|
Belum tersedia
|
c. Aspek
pembentuk produk
·
Fungsional
Produk
martabak ini memiliki fungsi utama untuk dikonsumsi. Tetapi tidak menutup
kemungkinan produk martabak ini memiliki fungsi tambahan sebagai obyek foto
untuk kontes makanan, obyek dalam artikel majalah kuliner, dan obyek untuk
mempromosikan daerah wisata.
·
Kinerja dalam desain komponen
Kinerja
produk martabak memiliki fungsi yang sama dalam aspek pembentuk produk yang
bersifat fungsional. Desain komponen dibuat dalam bentuk yang standar dan
dikemas pada keadaan yang mudah untuk dimakan dan dibawa pulang.
·
Pelayanan
§ Penjualan
masih dilakukan dengan gerobak yang mangkal di lokasi tertentu.
§ Produk
dapat diambil langsung ketika pelanggan datang untuk membeli dan dapat juga
dilakukan melalui jasa pengantar makanan.
§ Jika
pelayanan tidak memuaskan, pelanggan dapat mengajukan ganti rugi dengan
penggantian produk dengan rasa yang sama atau penggantian berupa uang yang
seharga dengan produk yang dibeli.
2.
Harga
Untuk
keseluruhan produk baik martabak asin maupun martabak manis dipatok dengan
harga berkisar Rp 13.000 – Rp 60.000. Kisaran ini tergantung dari jenis varian
isi serta ukuran loyang yang diinginkan.
3.
Jenis konsumen
Calon
pembeli yang diharapkan adalah orang dewasa yang berasal dari berbagai kalangan
yaitu karyawan kantor, pemuda-pemudi, dan orang tua. Namun calon pembeli dalam
waktu dekat biasanya berupa orang dewasa.
4.
Strategi promosi
Strategi
promosi dilakukan melalui media cetak dan media elektronik. Selain itu
diberikan juga promo menarik yaitu untuk pre-opening
pembukaan usaha diberikan promo yaitu membeli satu jenis martabak gratis
satu jenis martabak yang diinginkan dalam ukuran yang sama. Untuk promo jangka
pendek, diadakan setiap bulannya seperti beli satu gratis satu, mengunggah
produk dalam situs pribadi, membuat artikel mengenai produk pada majalah
kuliner, atau membuat artikel mengenai ulasan obyek wisata yang perlu
dikembangkan di Yogyakarta dan dimuat dalam majalah lifestyle. Kemudian untuk promo jangka panjang, diadakan kerja sama
dalam bentuk keanggotaan dengan berbagai merchant
seperti salon, kafe, restoran, provider
jaringan, toko buku, dan lain sebagainya.
5.
Lokasi berjualan
Wilayah
pasar yang menjadi sasaran adalah wilayah yang berada dalam pusat keramaian.
Hal ini bertujuan agar orang-orang yang berada di tempat keramaian tersebut
melirik dan tertarik untuk membeli produk martabak. Dalam hal ini, lokasi
berjualan yang memenuhi kriteria tersebut berupa kawasan di sekitar supermarket.
6.
Faktor distribusi
Terdapat
dua cara faktor distribusi yang terjadi. Pertama, produk martabak terdistribusi
langsung yang terjadi ketika pelanggan datang langsung ke tempat dan melakukan
pemesanan. Kedua produk martabak didistribusikan secara tidak langsung yaitu
ketika pelanggan melakukan pemesanan melalui media eletronik dan meminta
pesanan diantar.
2.3 Aspek Teknis dan Teknologi
Pada
aspek ini akan dibahas mengenai pemilihan dan perencanaan produk, pemilihan
teknologi, perencanaan jumlah produksi dan tata ruangan, serta pengawasan
kualitas.
1.
Pemilihan dan Perencanaan Produk
Untuk
menghasilkan martabak yang berkualitas diperlukan bahan baku dengan kualitas
yang baik pula dan juga kreativitas dan inovasi yang tinggi dari tenaga
kerjanya. Pengolahan adonan martabak dilakukan terlebih dahulu karena proses
persiapannya yang membutuhkan waktu cukup lama. Sedangkan persiapan buah-buahan
segar dan varian rasa membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama. Karena pada
tahap ini buah-buahan hanya dibersihkan dan dipotong-potong bagian isinya.
2.
Pemilihan Teknologi
Untuk
membuat martabak, teknologi yang digunakan sangat sederhana yaitu dengan kompor
gas. Akan tetapi untuk menghasilkan adonan yang berkualitas, digunakan
kemampuan individu yang terampil dan cekatan dalam memasak serta menggunakan
alat seperti mixer.
3.
Perencanaan Jumlah Produksi
Dengan pemilihan teknologi yang sederhana
yaitu memasak dengan wajan panjang dan kompor gas, maka perencanaan jumlah
produksi dalam satu hari tidak dapat dipastikan. Hal ini disebabkan oleh
pekerja yang akan melakukan produksi ketika pelanggan datang untuk memesan atau
melakukan pemesanan.
4.
Perencanaan Tata Letak Ruangan
Tata letak ruangan pada suatu usaha
sangat penting untuk direncanakan, sebab hal ini berkaitan dengan kegiatan
operasional perusahaan yang nantinya akan berkaitan dengan pendapatan
perusahaan. Untuk itu, gerobak yang dipakai untuk berjualan dibagi menjadi dua
sisi masing-masing untuk martabak asin dan martabak manis. Pada masing-masing
sisi, disediakan alat, bahan, serta kemasan yang diperlukan dalam membuat
martabak.
5.
Pengawasan Kualitas
Agar
kualitas produk tetap terjaga, dilakukan pemilihan yang ketat dalam pembelian
bahan baku yang dilakukan secara khusus oleh bagian logistik. Kemudian melakukan
pengawas dan penanggung jawab terhadap proses produksi yang dilakukan secara
khusus oleh divisi produksi. Selain itu divisi lain seperti bagian pemasaran
dan riset bertugas mengawasi secara langsung dibawah wewenang pemilik usaha
selama kegiatan berjualan berlangsung.
2.4 Aspek Hukum dan Sumber Daya Manusia
Pada
aspek ini, akan dibahas mengenai atribut-atribut hukum yang diperlukan dalam
membangun usaha serta sumber daya yang dibutuhkan.
1.
Aspek Hukum
Untuk
menjamin kelangsungan suatu usaha diperlukan aspek hukum yang merupakan aspek
yang cukup menentukan. Aspek hukum merupakan legalitas suatu usaha, sedangkan
usaha yang aktif berproduksi dapat segera terhenti apabila produk yang
dihasilkan tidak memiliki jamianan pasar.
Untuk menjalankan usaha ini, maka dibuat
surat izin kepada PIRT (Perizinan Industri Rumah Tangga) pada Departemen
Kesehatan di tingkat kabupaten Sleman. Adapun izin yang dilakukan adalah
sebagai berikut:
a. Syarat
pemenuhan standar kebersihan dan keamanan makanan, serta peninjauan lokasi
berjualan.
b. Pendaftaran
usaha untuk memperoleh surat tanda daftar usaha, surat tanda rekanan dari Pemda
agar dapat dicantumkan nomor-nomor surat tersebut pada kemasan, pamflet, brosur
ataupun media lain yang mendukung.
c. Syarat
pemenuhan dan peninjauan lokasi berjalan, yaitu peninjauan kebersihan, lokasi,
alat, sarana produksi, dan sanitasi.
Adapun dilakukan
pengurusan izin usaha pada Departemen Perdagangan di tingkat kabupaten Sleman.
Pengurusan izin yang dilakukan yaitu:
a. SIUP
(Surat Izin Usaha Perdagangan).
b. Pendaftaran
daftar perusahaan.
Selain itu dilakukan
perizinan akta pendirian di notaris setempat, perizinan NPWP (Nomor Pokok Wajib
Pajak) dari kantor pajak tingkat kabupaten Sleman, dan perizinan untuk
memperoleh surat tanda rekanan usaha di Pemerintah Daerah kabupaten Sleman.
Untuk izin lokasi,
dilakukan di RT/RW di kawasan setempat dimana pemilik usaha akan menunjukkan
bukti berupa kartu identitas.
Bentuk badan usaha ini sendiri berupa
bentuk badan usaha perseorangan dan belum bertaraf ruko dikarenakan usaha yang
dilakukan masih menggunakan gerobak, maka perizinan sertifikat dan akta tanah dan
PBB (Pajak Bumi Bangunan) tidak disertakan. Namun, jika suatu saat diperlukan,
kedua izin tersebut juga akan di urus pada tingkat Kabupaten Sleman.
2.
Aspek Sumber Daya manusia
Sumber
daya manusia atau pekerja pada usaha martabak diambil dari pekerja yang telah
terampil serta pekerja di sekitar wilayah kota Yogyakarta. Pekerja yang belum
memiliki keahlian akan diberikan pelatihan terlebih dahulu sebelum bekerja.
2.5 Aspek Manajemen
Pada
aspek ini akan dibahas mengenai bentuk badan usaha, jenis pekerjaan,
kriteria-kriteria pekerja yang diharapkan, struktur organisasi usaha, dan cara
mendapatkan pekerja.
1.
Bentuk badan usaha
Karena usaha ini didirikan berdasarkan kepemilikian
pribadi, maka badan usaha yang tepat adalah perusahaan perorangan.
2.
Jenis pekerjaan
Pembagian
divisi kerja dilakukan berdasarkan fungsinya, yaitu bagian produksi, bagian
pembelian bahan baku, bagian pemasaran, dan bagian pengembangan.
a. Bagian
produksi
·
Bertugas untuk membuat produk martabak.
Mulai dari bahan baku sampai menjadi produk jadi yang siap dibeli oleh
pelanggan.
·
Produk yang dibuat termasuk martabak
asin dan martabak manis.
·
Bagian ini harus dapat memastikan bahwa
produk yang dibuat memiliki rasa dan kualitas yang sesuai dengan harapan
pelanggan.
b. Bagian
pembelian bahan baku/logistik
·
Bertugas menyeleksi bahan baku yang
sesuai dengan kriteria yang ditentukan.
·
Bagian ini harus dapat memastikan bahan
baku yang dibeli dalam keadaan belum mencapai/mendekati masa kadaluarsa.
·
Bagian ini harus dapat memastikan bahan
baku yang dibeli dalam keadaan baik dan tidak mengalami kerusakan.
c. Bagian
pemasaran
·
Bertugas memasarkan produk melalui media
yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan (baik media elektronik, media
cetak, dan sebagainya).
·
Bagian ini harus dapat memastikan bahwa
promosi sudah dilakukan di tempat yang sesuai dengan kriteria.
·
Bertugas menentukan acara-acara yang
menarik terkait dengan proses penjualan martabak. Seperti promo potongan harga,
promo gratis produk, dan lain sebagainya.
·
Bertugas mengembangkan bentuk dan desain
kemasan yang sesuai.
d. Bagian
riset dan pengembangan
·
Bertugas mengembangkan inovasi-inovasi
dari martabak asin dan martabak manis.
·
Bertugas mengembangkan bentuk dan desain
kemasan yang sesuai.
·
Bertugas memastikan dan memantau
perkembangan yang signifikan terkait dengan usaha martabak.
3.
Kriteria-kriteria pekerja yang
diharapkan
Terdapat
beberapa kriteria-kriteria yang diharapkan untuk mengisi divisi-divisi yang
tersedia, yaitu:
a. Bagian
produksi
·
Pendidikan minimal SMA sederajat.
·
Terampil dalam memasak.
·
Cekatan.
·
Jenis kelamin laki-laki.
·
Usia berkisar 19 tahun – 40 tahun.
b. Bagian
pembelian bahan baku/logistik
·
Pendidikan minimal SMA sederajat.
·
Memiliki intuisi yang bagus mengenai
bahan makanan.
·
Jenis kelamin laki-laki atau perempuan.
·
Usia berkisar 19 tahun – 40 tahun.
c. Bagian
pemasaran
·
Pendidikan minimal SMA sederajat.
·
Berpenampilan menarik.
·
Menguasai komputer dan desain.
·
Dapat berpikir out of the box.
·
Jenis kelamin laki-laki atau perempuan.
·
Usia berkisar 19 tahun – 40 tahun.
d. Bagian
riset dan pengembangan
·
Pendidikan minimal SMA sederajat.
·
Inovatif dan kreatif.
·
Dapat berpikir out of the box.
·
Menguasai komputer dan desain.
·
Jenis kelamin laki-laki atau perempuan.
·
Usia berkisar 19 tahun – 40 tahun.
4.
Struktur organisasi usaha
Sturktur
organisasi yang digunakan merupakan organisasi lini, dimana pemilik usaha
membawahi seluruh bagian yang ada. Adapun struktur organisasi tersebut
ditampilkan dalam Gambar 2.1

Gambar 1.1 Bagan struktur
organisasi
5.
Cara mendapatkan pekerja
Adapun
cara-cara yang dilakukan untuk mendapatkan pekerja adalah sebagai berikut:
a. Melakukan
pembuatan lowongan pekerjaan di media cetak dan media elektronik.
b. Melakukan
rekrutmen berdasarkan pelamar yang berminat di bagian yang diinginkan.
c. Penyeleksian
dilakukan oleh masing-masing bidang. Termasuk seleksi administrasi dan
wawancara.
d. Penempatan
tenaga kerja berdasarkan hasil seleksi administrasi dan wawancara di bagian
yang dimasuki serta keputusan dari pemilik usaha.
e. Pekerja
yang sudah diterima akan diberikan masa magang selama tiga bulan untuk dilihat
kemampuannya.
f. Pekerja
yang melewati masa magang akan diberikan pelatihan khusus.
2.6 Aspek Finansial
Pada aspek ini
akan dibahas mengenai rencana keuangan dan rencana kebutuhan keuangan.
1.
Rencana keuangan
Rencana keuangan mencakup seluruh masalah
keuangan perusahaan, baik pendapatan maupun biaya-biaya mulai dari investasi
awal sampai dengan rencana pendapatan ke depan. Pada rencana keuangan ini direncanakan
untuk dua belas bulan ke depan.
2.
Rencana kebutuhan keuangan
Tujuan dari rencana kebutuhan keuangan adalah
meringkas secara terperinci tentang biaya-biaya pengembangan dan operasional
bisnis, memproyeksikan kebutuhan pendanaan, memproyeksikan keuntungan yang
diharapkan dan lainnya. Usaha martabak ini membutuhkan modal yang cukup besar.
Perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan, serta biayanya pada awal investasi
tergambar pada tabel berikut.
Tabel 2.2 Komponen biaya tetap
Komponen Biaya Tetap
|
Banyaknya
|
Biaya
|
Kompor gas 2 tungku
|
1
|
Rp. 237.000
|
Kompor gas 1 tungku
|
1
|
Rp. 123.000
|
Wajan 65 cm
|
1
|
Rp. 135.000
|
Paket spatula stainless
|
1
|
Rp. 130.000
|
Pisau
|
2
|
Rp. 44.000
|
Loyang martabak 20 cm
|
1
|
Rp. 125.000
|
Loyang martabak mini
|
1
|
Rp. 240.000
|
Telenan
|
1
|
Rp. 15.000
|
Garpu
|
2
|
Rp. 10.000
|
Gelas besi
|
1
|
Rp. 40.000
|
Karyawan
|
8
|
Rp. 2.800.000
|
Gayung
|
4
|
Rp. 32.000
|
Ember sedang
|
4
|
Rp. 88.000
|
Kain lap
|
2
|
Rp. 16.000
|
Total
|
Rp. 4.035.000
|
Tabel 2.3 Komponen biaya variabel
Komponen Biaya Variabel
|
Banyaknya
|
Biaya
|
Daun bawang
|
350 buah
|
Rp. 200.000
|
Garam dan merica
|
0,75 kg
|
Rp. 7.000
|
Penyedap rasa
|
10 pcs
|
Rp. 5.000
|
Cabai
|
2 kg
|
Rp. 60.000
|
Ketimun
|
5 buah
|
Rp. 10.000
|
Cuka
|
1 botol sedang
|
Rp. 13.000
|
Tepung terigu
|
10 kg
|
Rp. 80.000
|
Mentega
|
3 buah
|
Rp. 30.000
|
Cokelat
|
10 batang
|
Rp. 80.000
|
Biskuit Oreo
|
4 buah
|
Rp. 32.000
|
Selai Nutella
|
4 buah
|
Rp. 240.000
|
Selai (Aneka rasa)
|
5 buah
|
Rp. 35.000
|
Buah-buahan (Apel, Nanas)
|
2 kg
|
Rp. 65.000
|
Bubuk Matcha
|
1 kg
|
Rp. 25.000
|
Kacang tanah
|
500 gram
|
Rp. 8.000
|
Meses
|
3 buah
|
Rp. 21.000
|
Susu Kental (putih dan cokelat)
|
3 kaleng
|
Rp. 24.000
|
Keju
|
5 buah
|
Rp. 75.000
|
Perisa makanan warna merah
|
500 gram
|
Rp. 25.000
|
Gula pasir
|
5 kg
|
Rp. 40.000
|
Gas LPG 3 kg
|
2 buah
|
Rp. 60.000
|
Karton 1 meter
|
5 lembar
|
Rp. 15.000
|
Kertas minyak
|
1 plastik
|
Rp. 15.000
|
Plastik kelp
|
1 plastik
|
Rp. 18.000
|
Kantong belanja kertas semen
|
200 lembar
|
Rp. 60.000
|
Kornet
|
2 kaleng
|
Rp. 30.000
|
Sosis
|
1 plastik
|
Rp. 60.000
|
Jamur tiram
|
1 kg
|
Rp. 18.000
|
Saus bolognaise
|
2 buah
|
Rp. 30.000
|
Saus steak
|
2 buah
|
Rp. 30.000
|
Bumbu smoke beef
|
2 kaleng
|
Rp. 50.000
|
Total
|
Rp. 1.461.000
|
Proyeksi keuangan
‘Es Krim Rendah Kalori’ akan didasarkan pada beberapa asumsi berikut ini:
- Karyawan berjumlah 8 orang yang di gaji
bulanan
- Biaya Tetap sebesar Rp. 4.035.000
- Harga martabak asin ukuran besar Rp. 60.000
- Harga martabak asin ukuran sedang Rp. 13.000
- Harga martabak manis ukuran besar Rp. 70.000
- Harga martabak manis ukuran kecil Rp.
15.000
- Q1 adalah jumlah porsi
martabak asin ukuran besar
- Q2
adalah jumlah porsi martabak asin ukuran sedang
- Q3 adalah jumlah porsi
martabak manis ukuran besar
- Q4 adalah jumlah porsi
martabak manis ukuran kecil
Maka:
1. Biaya
total
Biaya total = Variable cost + Fixed cost
= Rp. 4.035.000
+ Rp. 1.461.000
=
Rp. 5.496.000
2. Biaya dan
Harga Per Unit
·
Biaya
tetap yang dibutuhkan untuk 1 bulan adalah
Rp. 4.035.000 : 12 bulan = Rp.
336.250
·
Total
biaya produksi yang dikeluarkan per bulan
Rp 336.250 + Rp 1.461.000 = Rp
1.797.250
·
Biaya
per unit adalah Total biaya produksi dalam 1 bulan : jumlah produk yang
dihasilkan per bulan
Rp
1.797.250 : 200 buah = Rp. 8986,25
3. Modal Awal
Modal awal = Total Biaya Tetap + Biaya Variabel selama 1
Bulan
=
Rp. 4.035.000 + Rp. 1.461.000 = Rp. 5.496.000
4. Analisis
Titik Impas (Break Even Point)
BEP
produksi = Total biaya produksi selama 1 bulan : Harga per unit
Q1
= Rp 1.797.250 : 60.000 = 30 buah
Q2
= Rp 1.797.250 : 13.000 = 138 buah
Q3
= Rp 1.797.250 : 70.000 = 26 buah
Q4
= Rp 1.797.250 : 15.000 = 120 buah
Jadi, untuk mencapai titik impas
maka dalam 1 bulan produk yang harus terjual adalah :
Q1 =
30 unit dengan harga per produk adalah Rp 60.000
Q2 =
138 unit dengan harga per produk adalah Rp 13.000
Q3 =
26 unit dengan harga per produk adalah Rp 70.000
Q4 = 120 unit dengan
harga per produk adalah Rp 15.000
5. Analisis
Keuntungan
Pendapatan : produk yang terjual x harga jual
Q1 = 45 x Rp 60.000
= Rp. 2.200.000
Q2 = 55
x Rp 13.000 = Rp. 715.000
Q3 =
40 x Rp 70.000 = Rp. 2.800.000
Q4 =
60 x Rp 15.000 = Rp. 900.000
Dengan total biaya produksi dalam 1 bulan = Rp
1.797.250
Maka Keuntungan = Pendapatan
–Total biaya produksi
Q1 = Rp 2.200.000 – Rp 1.797.250 =
Rp 402.750
Q2 = Rp 715.000 – Rp 1.797.250
= - Rp 1.082.250
Q3 =
Rp 2.800.000 – Rp 1.797.250 = Rp 1.002.750
Q4 = Rp 900.000 – Rp 1.797.250 = - Rp
897.250
Jadi, keuntungan yang diperoleh
dengan menjual 200 produk martabak dalam satu bulan adalah sebagai berikut:
Q1 = Rp 402.750
Q2 = - Rp 1.082.250
Q3 = Rp 1.002.750
Q4 = - Rp 897.250
6. Pengembalian
Modal
Catatan : Dalam 1 bulan
diproduksi 200 unit martabak
Martabak yang harus dijual per hari
= 200 : 30 hari = 7 unit
Maka, Pay Back Period = BEP Produksi : Penjualan per hari
= 30 : 7
= 4 hari
Jadi
modal akan kembali dalam jangka waktu 4 hari dengan penjualan 7 unit setiap
hari.
2.7 Aspek Ekonomi
Pada aspek ini
terbagi menjadi tiga sisi yaitu sosial, ekonomi, dan budaya.
1.
Aspek Sosial
Karena penjualan martabak dilakukan
di pinggir jalan raya dan berada tepat di sebelah rumah penduduk, lokasi
berjualan menjadi ramai karena ada pembeli yang berdatangan untuk membeli
martabak. Untuk penerangan ketika berjualan di malam hari, pemilik usaha
meminjam listrik dari rumah penduduk terdekat dari lokasi penjualan dan
memberikan 5-8% laba per bulan yang diperoleh untuk membayar listrik yang telah
dipinjam.
2.
Aspek Ekonomi
Penduduk yang tinggal berdekatan
dengan lokasi berjualan merupakan penduduk yang memiliki pekerjaan tertentu
yang memiliki penghasilan sendiri (tidak bekerja di lingkungan tempat
tinggalnya). Sehingga pendapatan yang dimiliki oleh penduduk tersebut adalah
konstan, tidak terpengaruh dari lingkungan tempat tinggalnya.
3.
Aspek Budaya
Penjualan martabak di lokasi
tersebut tidak menyebabkan pergeseran perilaku masyarakat dari adat
kebiasaannya. Hanya saja, pemilik rumah jadi lebih sering berada di luar rumah
untuk mengobrol dengan penjual martabak ketika sedang berjualan.
2.8 Aspek Persaingan dan Lingkungan
Segmen pasar yang
dipilih dalam usaha ini adalah masyarakat menengah. Karena usaha martabak ini
memberikan harga yang bervariasi tergantung dari jenis martabak serta variasi
yang diinginkan.
Usaha ini merupakan
usaha yang berbeda dari jenis usaha lainnya karena fokus usaha ini adalah pada
pengembangan vasiasi rasa dengan segmen pasar dari usaha yang sudah ada
sehingga pesaing di usaha ini cukup banyak. Dari prediksi permintaan sekarang dan yang akan datang, demi
meningkatkan pangsa pasar, dapat disimpulkan analisis SWOT yang
dimiliki oleh martabak ini adalah sebagai berikut:
a.
Kekuatan (Strenght)
·
Penyajian produk yang
kreatif sehingga menarik perhatian
·
Pelayanan yang ramah
·
Harga yang sesuai target
pemasaran.
·
Uniknya penjualan dengan
menyediakan martabak dalam berbagai ukuran.
·
Memberikan alternatif
baru untuk memakan buah segar
·
Berada di lokasi yang
tetap sehingga konsumen bisa mendatangi lokasi jika ingin membeli
·
Bekerjasama dengan tukang
antar makanan yang dapat diakses melalui media eletronik.
b.
Kelemahan (Weakness)
·
Keterbatasan modal untuk
membeli bahan baku premium.
·
Cuaca yang sulit di
perkirakan, yang berhubungan dengan ketersediaan buah segar dan waktu berjualan.
·
Kesulitan menandingi produk kompetitor
yang sudah lebih dulu terkenal di masyarakat.
c.
Peluang (Opportunity)
·
Konsumen penggemar
martabak tidak hanya kalangan remaja, tetapi orang dewasa, dan orang tua.
Selain sangat menyukai variasi rasa, konsumen menyukai produk yang pas di
kantong dan berkualitas.
·
Maraknya kegiatan foto
kontes kuliner dan food blogger.
·
Maraknya keinginan untuk
konsumsi makanan sehat seperti buah-buahan di kalangan masyarakat
·
Membangun ruko, sehingga dapat menampung
lebih banyak konsumen.
·
Menambah fasilitas dan menawarkan lebih
banyak variasi rasa.
·
Program marketing dan promosi yang akan menarik konsumen.
d.
Ancaman (Threats)
·
Banyak bermunculan produk
martabak dengan foto dan promosi yang menggiurkan konsumen.
·
Munculnya
produk sejenis dan meniru konsep yang telah dijalankan.
Adapun dari aspek lingkungan, usaha
martabak ini tidak ingin menimbulkan dampak yang merugikan bagi masyarakat
sekitar, seperti pencemaran lingkungan. Oleh karenanya sisa-sisa bahan hasil
produksi berupa sampah basah dan kering selalu dipisahkan dan dibuang di tempat
sampah setelah selesai berjualan. Selain itu sering timbul perasaan tidak enak
antara pemilik usaha dengan masyarakat sekitar karena menitipkan gerobak di
area tersebut setelah berjualan, serta merasakan perasaan was-was karena
keamanan yang minim akibat tidak adanya pengawas yang menjaga gerobak ketika
selesai berjualan.
BAB
III
KESIMPULAN
DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Dari
analisis aspek-aspek kelayakan pendirian usaha yang telah disebutkan, dapat
ditarik kesimpulan yaitu bisnis ini dinyatakan belum layak dari segi aspek
finansial. Hal ini dikarenakan terdapat kerugian dari penjualan martabak asin
ukuran sedang dengan harga Rp 13.000 dan martabak manis ukuran kecil dengan
harga Rp. 15.000. Akan tetapi, bisnis ini dinyatakan layak jika ditinjau dari keseluruhan
aspek selain aspek finansial.
3.2 Saran
1.
Mengingat persaingan dengan usaha yang
sejenis relatif tinggi maka, perlu adanya peningkatan kualitas dari produk yang
dihasilkan, pengestimasian biaya produk yang dapat lebih terjangkau,
serta peningkatan pelayanan kepada pelanggan.
2.
Perlunya penanganan khusus terhadap
biaya bahan baku karena bahan-bahan yang digunakan untuk produksi lebih banyak
bahan berkualitas premium.
3.
Jika pemilik usaha memiliki latar
belakang keuangan dan pemasaran kuat serta didukung oleh administrasi dan
sumber daya manusia yang berkualitas, maka usaha ini dapat berjalan sebagaimana
mestinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar