Selasa, 03 Juli 2018

TUGAS ANALISIS KELAYAKAN PABRIK


BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
            Saat ini bisnis kuliner mulai menjamur di berbagai kalangan. Bermacam-macam kuliner sederhana diracik guna memberi nilai tambah yang dapat meningkatkan nilai produk. Salah satu bisnis kuliner yang merambah di masyarakat adalah produk martabak, yaitu kue dadar yang diberi varian rasa. Martabak sendiri berasal dari bahasa Arab, yakni murtabak yang berarti terlipat. Tidak hanya di Indonesia, di negara-negara lain seperti Yaman, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam, kuliner ini juga dikenal di kalangan masyarakatnya.
            Di Indonesia, kuliner ini dikenal dalam dua jenis yaitu martabak asin dan martabak manis. Martabak asin terbuat dari campuran telur dan daging cincang yang diberi rasa gurih. Sementara martabak manis atau yang dikenal dengan nama ‘kue terang bulan’ terbuat dari campuran selai (tergantung dari variasi rasa yang diinginkan), cokelat, ataupun susu kental yang memberikan rasa manis. Kuliner ini dapat memiliki komposisi yang berbeda-beda, tergantung lokasi, nama, dan variasi rasa yang diinginkan.
           
1.2       Tujuan
            Studi kelayakan usaha ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana martabak dapat menarik perhatian masyarakat, serta mengetahui analisa dari aspek-aspek yang dibutuhkan untuk memastikan kelayakan proyek.

1.3       Deskripsi Proyek
            Semakin berkembangnya teknologi, kuliner ini pun mengalami banyak perkembangan terutama dalam variasi rasa dan adonan standarnya. Untuk menarik minat konsumen, para penjual martabak menambahkan varian rasa yang unik terutama pada martabak manis. Varian rasa untuk isian ini diambil dari merek-merek varian rasa produk yang ada di pasaran seperti cokelat, meses, selai, biskuit, es krim, marshmallow, agar-agar dan keju yang dapat memberikan nilai tambah baik dari segi rasa, kualitas, maupun biaya produk. Tidak menutup kemungkinan, saat ini penjual martabak mulai mengembangkan varian rasa buah-buahan segar seperti potongan buah apel, buah nanas, dan lain sebagainya. Untuk adonan standarnya, memiliki variasi yang unik seperti:
1.      Red velvet, variasi rasa yang berwarna merah menyala dan berlapis putih. Lapisan putih tersebut berupa krim keju yang tebal. Variasi ini berasal dari Amerika dan biasa ditemukan pada variasi rasa untuk kue tart.
2.      Matcha, variasi rasa yang berwarna hijau muda dan memberikan sensasi rasa mint. Variasi ini berasal dari bubuk teh hijau Jepang.
3.      Blackforest,variasi rasa yang berwarna hitam cokelat yang dilapisi krim segar dan serutan cokelat padat yang menyebar. Variasi ini berasal dari Jerman dan biasa ditemukan pada variasi rasa untuk kue tart.
Perkembangan inovasi pun tidak hanya diberikan pada martabak manis, tetapi juga diberikan pada martabak asin tetapi hanya untuk varian isi martabak seperti:
1.      Smoked Beff, variasi rasa yang berasal dari olahan daging asap atau daging yang diawetkan dengan panas dan asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu keras.
2.      Bolognaise, variasi rasa yang berasal dari campuran saus tomat, bawang bombay, dan daging cincang. Variasi ini biasanya dipakai pada pasta.
3.      Tuna, variasi rasa yang berasal dari olahan ikan tuna.
4.      Sosis, variasi rasa yang berasal dari olahan daging yang sudah dihaluskan. Variasi ini berbentuk seperti gelatin dan berwarna merah.
5.      Kornet, variasi rasa yang berasal dari olahan daging yang dihaluskan.
6.      Jamur, variasi rasa yang berasal dari campuran olahan jamur seperti jamur tiram, jamur kancing, dan lain sebagainya.
7.      Barbeque, variasi rasa yang berasal dari pemanasan daging dengan alat panggang serta penggunaan bumbu, rempah-rempah, dan saus untuk daging.
8.      Steak, variasi rasa dari campuran berbagai bumbu dan rempah-rempah.
BAB II
KAJIAN STUDI PROYEK

2.1       Aspek Pasar
Pada aspek ini akan dibahas mengenai bentuk pasar, peramalan permintaan, dan peramalan permintaan di waktu yang akan datang.
1.             Bentuk pasar
Pasar yang dituju adalah pasar konsumen sehingga untuk menentukan harga, varian rasa, akan ditentukan dari penghasilan rata-rata pelanggan dan umur pelanggan.
2.             Peramalan permintaan
Teknik peramalan yang dilakukan yaitu secara intuitif. Hal ini ditinjau dari berupa estimasi dari modal yang tersedia, jam kerja, dan akurasi jumlah produk yang diinginkan untuk terjual.
3.             Peramalan permintaan di waktu yang akan datang
Hal-hal yang diperhatikan dalam mempertimbangkan peramalan permintaan di waktu yang akan datang adalah sebagai berikut:
·         Modal yang tersedia
·         Kisaran produk yang terjual
·         Pertimbangan harga produk dalam peningkatan nilai jual.
·         Teknik peramalan yang dilakukan yaitu campuran berdasarkan intuitif dan data time series.

2.2       Aspek Pemasaran
     Pada aspek ini akan dibahas lebih lanjut mengenai produk, harga, jenis konsumen, strategi promosi, lokasi berjualan, dan faktor distribusi produk.
1.             Produk
a.       Karakteristik produk
Produk martabak ini merupakan produk yang bersifat inovasi, yaitu pada varian rasa dan bentuk loyang. Setiap produk baik martabak asin maupun martabak manis memiliki tingkat inovasi yang sama.
b.      Spesifikasi produk
Adapun spesifikasi produk martabak ditampilkan dalam Tabel 2.1
Tabel 2.1 Spesifikasi produk martabak
No
Spesifikasi
Martabak asin
Martabak manis
1.
Bentuk potongan
Segi empat
Segitiga
2.
Bentuk loyang
Bentuk segiempat dalam berbagai ukuran
Bentuk lingkaran atau segiempat dalam berbagai ukuran
3.
Varian rasa yang tersedia untuk isian
·         Barbeque
·         Smoked beef
·         Steak
·         Bolognaise
·         Tuna
·         Kornet
·         Jamur
·         Sosis
·         Klasik
·         Cokelat
·         Keju
·         Susu
·         Buah-buahan
·         Selai
·         Oreo
·         Matcha
·         Ovomaltine
·         Marshmallow Jelly
·         Meses
·         Es krim
·         Kacang
·         Campuran varian
4.
Bentuk kemasan
Kardus (sesuai dengan ukuran loyang) dengan bagian dalam dilapisi oleh aluminium foil
Kardus (sesuai dengan ukuran loyang) dengan bagian dalam dilapisi oleh aluminium foil
5.
Komponen utama
·         Kulit martabak
·         Telur
·         Daun bawang
·         Garam
·         Merica
·         Adonan tepung terigu
·         Mentega
·         Gula pasir
6.
Variasi adonan standar
Belum tersedia
·         Red Velvet
·         Matcha
·         Blackforest
7.
Komponen Pendukung
·         Nasi
·         Acar
·         Cuka
·         Kecap
·         Saos
Belum tersedia

c.       Aspek pembentuk produk
·         Fungsional
Produk martabak ini memiliki fungsi utama untuk dikonsumsi. Tetapi tidak menutup kemungkinan produk martabak ini memiliki fungsi tambahan sebagai obyek foto untuk kontes makanan, obyek dalam artikel majalah kuliner, dan obyek untuk mempromosikan daerah wisata.
·         Kinerja dalam desain komponen
Kinerja produk martabak memiliki fungsi yang sama dalam aspek pembentuk produk yang bersifat fungsional. Desain komponen dibuat dalam bentuk yang standar dan dikemas pada keadaan yang mudah untuk dimakan dan dibawa pulang.
·         Pelayanan
§  Penjualan masih dilakukan dengan gerobak yang mangkal di lokasi tertentu.
§  Produk dapat diambil langsung ketika pelanggan datang untuk membeli dan dapat juga dilakukan melalui jasa pengantar makanan.
§  Jika pelayanan tidak memuaskan, pelanggan dapat mengajukan ganti rugi dengan penggantian produk dengan rasa yang sama atau penggantian berupa uang yang seharga dengan produk yang dibeli.
2.             Harga
Untuk keseluruhan produk baik martabak asin maupun martabak manis dipatok dengan harga berkisar Rp 13.000 – Rp 60.000. Kisaran ini tergantung dari jenis varian isi serta ukuran loyang yang diinginkan.
3.             Jenis konsumen
Calon pembeli yang diharapkan adalah orang dewasa yang berasal dari berbagai kalangan yaitu karyawan kantor, pemuda-pemudi, dan orang tua. Namun calon pembeli dalam waktu dekat biasanya berupa orang dewasa.

4.             Strategi promosi
Strategi promosi dilakukan melalui media cetak dan media elektronik. Selain itu diberikan juga promo menarik yaitu untuk pre-opening pembukaan usaha diberikan promo yaitu membeli satu jenis martabak gratis satu jenis martabak yang diinginkan dalam ukuran yang sama. Untuk promo jangka pendek, diadakan setiap bulannya seperti beli satu gratis satu, mengunggah produk dalam situs pribadi, membuat artikel mengenai produk pada majalah kuliner, atau membuat artikel mengenai ulasan obyek wisata yang perlu dikembangkan di Yogyakarta dan dimuat dalam majalah lifestyle. Kemudian untuk promo jangka panjang, diadakan kerja sama dalam bentuk keanggotaan dengan berbagai merchant seperti salon, kafe, restoran, provider jaringan, toko buku, dan lain sebagainya.
5.             Lokasi berjualan
Wilayah pasar yang menjadi sasaran adalah wilayah yang berada dalam pusat keramaian. Hal ini bertujuan agar orang-orang yang berada di tempat keramaian tersebut melirik dan tertarik untuk membeli produk martabak. Dalam hal ini, lokasi berjualan yang memenuhi kriteria tersebut berupa kawasan di sekitar supermarket.
6.             Faktor distribusi
Terdapat dua cara faktor distribusi yang terjadi. Pertama, produk martabak terdistribusi langsung yang terjadi ketika pelanggan datang langsung ke tempat dan melakukan pemesanan. Kedua produk martabak didistribusikan secara tidak langsung yaitu ketika pelanggan melakukan pemesanan melalui media eletronik dan meminta pesanan diantar.

2.3       Aspek Teknis dan Teknologi
     Pada aspek ini akan dibahas mengenai pemilihan dan perencanaan produk, pemilihan teknologi, perencanaan jumlah produksi dan tata ruangan, serta pengawasan kualitas.


1.             Pemilihan dan Perencanaan Produk
Untuk menghasilkan martabak yang berkualitas diperlukan bahan baku dengan kualitas yang baik pula dan juga kreativitas dan inovasi yang tinggi dari tenaga kerjanya. Pengolahan adonan martabak dilakukan terlebih dahulu karena proses persiapannya yang membutuhkan waktu cukup lama. Sedangkan persiapan buah-buahan segar dan varian rasa membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama. Karena pada tahap ini buah-buahan hanya dibersihkan dan dipotong-potong bagian isinya.
2.             Pemilihan Teknologi 
Untuk membuat martabak, teknologi yang digunakan sangat sederhana yaitu dengan kompor gas. Akan tetapi untuk menghasilkan adonan yang berkualitas, digunakan kemampuan individu yang terampil dan cekatan dalam memasak serta menggunakan alat seperti mixer.
3.             Perencanaan Jumlah Produksi
Dengan pemilihan teknologi yang sederhana yaitu memasak dengan wajan panjang dan kompor gas, maka perencanaan jumlah produksi dalam satu hari tidak dapat dipastikan. Hal ini disebabkan oleh pekerja yang akan melakukan produksi ketika pelanggan datang untuk memesan atau melakukan pemesanan.
4.             Perencanaan Tata Letak Ruangan
Tata letak ruangan pada suatu usaha sangat penting untuk direncanakan, sebab hal ini berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan yang nantinya akan berkaitan dengan pendapatan perusahaan. Untuk itu, gerobak yang dipakai untuk berjualan dibagi menjadi dua sisi masing-masing untuk martabak asin dan martabak manis. Pada masing-masing sisi, disediakan alat, bahan, serta kemasan yang diperlukan dalam membuat martabak.
5.             Pengawasan Kualitas
Agar kualitas produk tetap terjaga, dilakukan pemilihan yang ketat dalam pembelian bahan baku yang dilakukan secara khusus oleh bagian logistik. Kemudian melakukan pengawas dan penanggung jawab terhadap proses produksi yang dilakukan secara khusus oleh divisi produksi. Selain itu divisi lain seperti bagian pemasaran dan riset bertugas mengawasi secara langsung dibawah wewenang pemilik usaha selama kegiatan berjualan berlangsung.

2.4       Aspek Hukum dan Sumber Daya Manusia
     Pada aspek ini, akan dibahas mengenai atribut-atribut hukum yang diperlukan dalam membangun usaha serta sumber daya yang dibutuhkan.
1.             Aspek Hukum
       Untuk menjamin kelangsungan suatu usaha diperlukan aspek hukum yang merupakan aspek yang cukup menentukan. Aspek hukum merupakan legalitas suatu usaha, sedangkan usaha yang aktif berproduksi dapat segera terhenti apabila produk yang dihasilkan tidak memiliki jamianan pasar.
       Untuk menjalankan usaha ini, maka dibuat surat izin kepada PIRT (Perizinan Industri Rumah Tangga) pada Departemen Kesehatan di tingkat kabupaten Sleman. Adapun izin yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a.      Syarat pemenuhan standar kebersihan dan keamanan makanan, serta peninjauan lokasi berjualan.
b.      Pendaftaran usaha untuk memperoleh surat tanda daftar usaha, surat tanda rekanan dari Pemda agar dapat dicantumkan nomor-nomor surat tersebut pada kemasan, pamflet, brosur ataupun media lain yang mendukung.
c.      Syarat pemenuhan dan peninjauan lokasi berjalan, yaitu peninjauan kebersihan, lokasi, alat, sarana produksi, dan sanitasi.

Adapun dilakukan pengurusan izin usaha pada Departemen Perdagangan di tingkat kabupaten Sleman. Pengurusan izin yang dilakukan yaitu:
a.       SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan).
b.      Pendaftaran daftar perusahaan.

Selain itu dilakukan perizinan akta pendirian di notaris setempat, perizinan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dari kantor pajak tingkat kabupaten Sleman, dan perizinan untuk memperoleh surat tanda rekanan usaha di Pemerintah Daerah kabupaten Sleman.
Untuk izin lokasi, dilakukan di RT/RW di kawasan setempat dimana pemilik usaha akan menunjukkan bukti berupa kartu identitas.
       Bentuk badan usaha ini sendiri berupa bentuk badan usaha perseorangan dan belum bertaraf ruko dikarenakan usaha yang dilakukan masih menggunakan gerobak, maka perizinan sertifikat dan akta tanah dan PBB (Pajak Bumi Bangunan) tidak disertakan. Namun, jika suatu saat diperlukan, kedua izin tersebut juga akan di urus pada tingkat Kabupaten Sleman.
2.             Aspek Sumber Daya manusia
Sumber daya manusia atau pekerja pada usaha martabak diambil dari pekerja yang telah terampil serta pekerja di sekitar wilayah kota Yogyakarta. Pekerja yang belum memiliki keahlian akan diberikan pelatihan terlebih dahulu sebelum bekerja.

2.5       Aspek Manajemen
     Pada aspek ini akan dibahas mengenai bentuk badan usaha, jenis pekerjaan, kriteria-kriteria pekerja yang diharapkan, struktur organisasi usaha, dan cara mendapatkan pekerja.
1.             Bentuk badan usaha
Karena  usaha ini didirikan berdasarkan kepemilikian pribadi, maka badan usaha yang tepat adalah perusahaan perorangan.
2.             Jenis pekerjaan
Pembagian divisi kerja dilakukan berdasarkan fungsinya, yaitu bagian produksi, bagian pembelian bahan baku, bagian pemasaran, dan bagian pengembangan.
a.       Bagian produksi
·         Bertugas untuk membuat produk martabak. Mulai dari bahan baku sampai menjadi produk jadi yang siap dibeli oleh pelanggan.
·         Produk yang dibuat termasuk martabak asin dan martabak manis.
·         Bagian ini harus dapat memastikan bahwa produk yang dibuat memiliki rasa dan kualitas yang sesuai dengan harapan pelanggan.
b.      Bagian pembelian bahan baku/logistik
·         Bertugas menyeleksi bahan baku yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan.
·         Bagian ini harus dapat memastikan bahan baku yang dibeli dalam keadaan belum mencapai/mendekati masa kadaluarsa.
·         Bagian ini harus dapat memastikan bahan baku yang dibeli dalam keadaan baik dan tidak mengalami kerusakan.
c.       Bagian pemasaran
·         Bertugas memasarkan produk melalui media yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan (baik media elektronik, media cetak, dan sebagainya).
·         Bagian ini harus dapat memastikan bahwa promosi sudah dilakukan di tempat yang sesuai dengan kriteria.
·         Bertugas menentukan acara-acara yang menarik terkait dengan proses penjualan martabak. Seperti promo potongan harga, promo gratis produk, dan lain sebagainya.
·         Bertugas mengembangkan bentuk dan desain kemasan yang sesuai.
d.      Bagian riset dan pengembangan
·         Bertugas mengembangkan inovasi-inovasi dari martabak asin dan martabak manis.
·         Bertugas mengembangkan bentuk dan desain kemasan yang sesuai.
·         Bertugas memastikan dan memantau perkembangan yang signifikan terkait dengan usaha martabak.
3.             Kriteria-kriteria pekerja yang diharapkan
Terdapat beberapa kriteria-kriteria yang diharapkan untuk mengisi divisi-divisi yang tersedia, yaitu:
a.       Bagian produksi
·         Pendidikan minimal SMA sederajat.
·         Terampil dalam memasak.
·         Cekatan.
·         Jenis kelamin laki-laki.
·         Usia berkisar 19 tahun – 40 tahun.
b.      Bagian pembelian bahan baku/logistik
·         Pendidikan minimal SMA sederajat.
·         Memiliki intuisi yang bagus mengenai bahan makanan.
·         Jenis kelamin laki-laki atau perempuan.
·         Usia berkisar 19 tahun – 40 tahun.
c.       Bagian pemasaran
·         Pendidikan minimal SMA sederajat.
·         Berpenampilan menarik.
·         Menguasai komputer dan desain.
·         Dapat berpikir out of the box.
·         Jenis kelamin laki-laki atau perempuan.
·         Usia berkisar 19 tahun – 40 tahun.
d.      Bagian riset dan pengembangan
·         Pendidikan minimal SMA sederajat.
·         Inovatif dan kreatif.
·         Dapat berpikir out of the box.
·         Menguasai komputer dan desain.
·         Jenis kelamin laki-laki atau perempuan.
·         Usia berkisar 19 tahun – 40 tahun.
4.             Struktur organisasi usaha
Sturktur organisasi yang digunakan merupakan organisasi lini, dimana pemilik usaha membawahi seluruh bagian yang ada. Adapun struktur organisasi tersebut ditampilkan dalam Gambar 2.1
Gambar 1.1 Bagan struktur organisasi

5.             Cara mendapatkan pekerja
Adapun cara-cara yang dilakukan untuk mendapatkan pekerja adalah sebagai berikut:
a.       Melakukan pembuatan lowongan pekerjaan di media cetak dan media elektronik.
b.      Melakukan rekrutmen berdasarkan pelamar yang berminat di bagian yang diinginkan.
c.       Penyeleksian dilakukan oleh masing-masing bidang. Termasuk seleksi administrasi dan wawancara.
d.      Penempatan tenaga kerja berdasarkan hasil seleksi administrasi dan wawancara di bagian yang dimasuki serta keputusan dari pemilik usaha.
e.       Pekerja yang sudah diterima akan diberikan masa magang selama tiga bulan untuk dilihat kemampuannya.
f.       Pekerja yang melewati masa magang akan diberikan pelatihan khusus.

2.6       Aspek Finansial
            Pada aspek ini akan dibahas mengenai rencana keuangan dan rencana kebutuhan keuangan.
1.             Rencana keuangan
Rencana keuangan mencakup seluruh masalah keuangan perusahaan, baik pendapatan maupun biaya-biaya mulai dari investasi awal sampai dengan rencana pendapatan ke depan. Pada rencana keuangan ini direncanakan untuk dua belas bulan ke depan.
2.             Rencana kebutuhan keuangan
Tujuan dari rencana kebutuhan keuangan adalah meringkas secara terperinci tentang biaya-biaya pengembangan dan operasional bisnis, memproyeksikan kebutuhan pendanaan, memproyeksikan keuntungan yang diharapkan dan lainnya. Usaha martabak ini membutuhkan modal yang cukup besar. Perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan, serta biayanya pada awal investasi tergambar pada tabel berikut.
Tabel 2.2 Komponen biaya tetap
Komponen Biaya Tetap
Banyaknya
Biaya
Kompor gas 2 tungku
1
Rp. 237.000
Kompor gas 1 tungku
1
Rp. 123.000
Wajan 65 cm
1
Rp. 135.000
Paket spatula stainless
1
Rp. 130.000
Pisau
2
Rp. 44.000
Loyang martabak 20 cm
1
Rp. 125.000
Loyang martabak mini
1
Rp. 240.000
Telenan
1
Rp. 15.000
Garpu
2
Rp. 10.000
Gelas besi
1
Rp. 40.000
Karyawan
8
Rp. 2.800.000
Gayung
4
Rp. 32.000
Ember sedang
4
Rp. 88.000
Kain lap
2
Rp. 16.000
Total

Rp. 4.035.000








Tabel 2.3 Komponen biaya variabel
Komponen Biaya Variabel
Banyaknya
Biaya
Daun bawang
350 buah
Rp. 200.000
Garam dan merica
0,75 kg
Rp. 7.000
Penyedap rasa
10 pcs
Rp. 5.000
Cabai
2 kg
Rp. 60.000
Ketimun
5 buah
Rp. 10.000
Cuka
1 botol sedang
Rp. 13.000
Tepung terigu
10 kg
Rp. 80.000
Mentega
3 buah
Rp. 30.000
Cokelat
10 batang
Rp. 80.000
Biskuit Oreo
4 buah
Rp. 32.000
Selai Nutella
4 buah
Rp. 240.000
Selai (Aneka rasa)
5 buah
Rp. 35.000
Buah-buahan (Apel, Nanas)
2 kg
Rp. 65.000
Bubuk Matcha
1 kg
Rp. 25.000
Kacang tanah
500 gram
Rp. 8.000
Meses
3 buah
Rp. 21.000
Susu Kental (putih dan cokelat)
3 kaleng
Rp. 24.000
Keju
5 buah
Rp. 75.000
Perisa makanan warna merah
500 gram
Rp. 25.000
Gula pasir
5 kg
Rp. 40.000
Gas LPG 3 kg
2 buah
Rp. 60.000
Karton 1 meter
5 lembar
Rp. 15.000
Kertas minyak
1 plastik
Rp. 15.000
Plastik kelp
1 plastik
Rp. 18.000
Kantong belanja kertas semen
200 lembar
Rp. 60.000
Kornet
2 kaleng
Rp. 30.000
Sosis
1 plastik
Rp. 60.000
Jamur tiram
1 kg
Rp. 18.000
Saus bolognaise
2 buah
Rp. 30.000
Saus steak
2 buah
Rp. 30.000
Bumbu smoke beef
2 kaleng
Rp. 50.000
Total

Rp. 1.461.000

Proyeksi keuangan ‘Es Krim Rendah Kalori’ akan didasarkan pada beberapa asumsi berikut ini:
  1. Karyawan berjumlah 8 orang yang di gaji bulanan
  2. Biaya Tetap sebesar Rp. 4.035.000
  3. Harga martabak asin ukuran besar Rp. 60.000
  4. Harga martabak asin ukuran sedang Rp. 13.000
  5. Harga martabak manis ukuran besar Rp. 70.000
  6. Harga martabak manis ukuran kecil Rp. 15.000
  7. Q1 adalah jumlah porsi martabak asin ukuran besar
  8. Q2  adalah jumlah porsi martabak asin ukuran sedang
  9. Q3 adalah jumlah porsi martabak manis ukuran besar
  10. Q4 adalah jumlah porsi martabak manis ukuran kecil

            Maka:
1.      Biaya total
Biaya total = Variable cost + Fixed cost
                          = Rp. 4.035.000 + Rp. 1.461.000
                          = Rp. 5.496.000
2.      Biaya dan Harga Per Unit
·         Biaya tetap yang dibutuhkan untuk 1 bulan adalah
Rp. 4.035.000 : 12 bulan = Rp. 336.250
·         Total biaya produksi yang dikeluarkan per bulan
Rp 336.250 + Rp 1.461.000 = Rp 1.797.250
·         Biaya per unit adalah Total biaya produksi dalam 1 bulan : jumlah produk yang dihasilkan per bulan
Rp 1.797.250 : 200 buah = Rp. 8986,25
3.      Modal Awal
Modal awal = Total Biaya Tetap + Biaya Variabel selama 1 Bulan
               = Rp. 4.035.000 + Rp. 1.461.000 = Rp. 5.496.000
4.      Analisis Titik Impas (Break Even Point)
       BEP produksi = Total biaya produksi selama 1 bulan : Harga per unit
                   Q1            = Rp 1.797.250 : 60.000 = 30 buah
                   Q2            = Rp 1.797.250 : 13.000 = 138 buah
                   Q3            = Rp 1.797.250 : 70.000 = 26 buah
                   Q4            = Rp 1.797.250 : 15.000 = 120 buah
Jadi, untuk mencapai titik impas maka dalam 1 bulan produk yang harus terjual adalah :
          Q1                    = 30  unit dengan harga per produk adalah Rp 60.000
          Q2                    = 138  unit dengan harga per produk adalah Rp 13.000
             Q3                    = 26  unit dengan harga per produk adalah Rp 70.000
            Q4                    = 120  unit dengan harga per produk adalah Rp 15.000
5.      Analisis Keuntungan
Pendapatan : produk yang terjual x harga jual
     Q1                          = 45 x Rp 60.000 = Rp. 2.200.000
     Q2                          = 55 x Rp 13.000 = Rp. 715.000
        Q3                         = 40 x Rp 70.000 = Rp. 2.800.000
        Q4                         = 60 x Rp 15.000 = Rp. 900.000
  Dengan total biaya produksi dalam 1 bulan = Rp 1.797.250
       Maka Keuntungan = Pendapatan –Total biaya produksi
           Q1         = Rp 2.200.000  – Rp 1.797.250 = Rp 402.750
           Q2            = Rp 715.000  – Rp 1.797.250 =  - Rp 1.082.250
           Q3         = Rp 2.800.000  – Rp 1.797.250 = Rp 1.002.750
           Q4         = Rp 900.000  – Rp 1.797.250 = - Rp 897.250
Jadi, keuntungan yang diperoleh dengan menjual 200 produk martabak dalam satu bulan adalah sebagai berikut:
Q1                 = Rp 402.750
Q2                 = - Rp 1.082.250
Q3                 = Rp 1.002.750
Q4                 = - Rp 897.250
6.      Pengembalian Modal       
Catatan :  Dalam 1 bulan diproduksi 200 unit martabak
Martabak yang harus dijual per hari = 200 : 30 hari = 7 unit
Maka, Pay Back Period = BEP Produksi : Penjualan per hari
                                       = 30 : 7
                                       = 4 hari
Jadi modal akan kembali dalam jangka waktu 4 hari dengan penjualan 7 unit setiap hari.

2.7       Aspek Ekonomi
            Pada aspek ini terbagi menjadi tiga sisi yaitu sosial, ekonomi, dan budaya.
1.              Aspek Sosial
Karena penjualan martabak dilakukan di pinggir jalan raya dan berada tepat di sebelah rumah penduduk, lokasi berjualan menjadi ramai karena ada pembeli yang berdatangan untuk membeli martabak. Untuk penerangan ketika berjualan di malam hari, pemilik usaha meminjam listrik dari rumah penduduk terdekat dari lokasi penjualan dan memberikan 5-8% laba per bulan yang diperoleh untuk membayar listrik yang telah dipinjam.
2.              Aspek Ekonomi
Penduduk yang tinggal berdekatan dengan lokasi berjualan merupakan penduduk yang memiliki pekerjaan tertentu yang memiliki penghasilan sendiri (tidak bekerja di lingkungan tempat tinggalnya). Sehingga pendapatan yang dimiliki oleh penduduk tersebut adalah konstan, tidak terpengaruh dari lingkungan tempat tinggalnya.
3.              Aspek Budaya
Penjualan martabak di lokasi tersebut tidak menyebabkan pergeseran perilaku masyarakat dari adat kebiasaannya. Hanya saja, pemilik rumah jadi lebih sering berada di luar rumah untuk mengobrol dengan penjual martabak ketika sedang berjualan.

2.8       Aspek Persaingan dan Lingkungan
Segmen pasar yang dipilih dalam usaha ini adalah masyarakat menengah. Karena usaha martabak ini memberikan harga yang bervariasi tergantung dari jenis martabak serta variasi yang diinginkan.
Usaha ini merupakan usaha yang berbeda dari jenis usaha lainnya karena fokus usaha ini adalah pada pengembangan vasiasi rasa dengan segmen pasar dari usaha yang sudah ada sehingga pesaing di usaha ini cukup banyak. Dari prediksi permintaan sekarang dan yang akan datang, demi meningkatkan pangsa pasar, dapat disimpulkan analisis SWOT yang dimiliki oleh martabak ini adalah sebagai berikut:
a.       Kekuatan (Strenght)
·         Penyajian produk yang kreatif sehingga menarik perhatian
·         Pelayanan yang ramah
·         Harga yang sesuai target pemasaran.
·         Uniknya penjualan dengan menyediakan martabak dalam berbagai ukuran.
·         Memberikan alternatif baru untuk memakan buah segar
·         Berada di lokasi yang tetap sehingga konsumen bisa mendatangi lokasi jika ingin membeli
·         Bekerjasama dengan tukang antar makanan yang dapat diakses melalui media eletronik.
b.      Kelemahan (Weakness)
·         Keterbatasan modal untuk membeli bahan baku premium.
·         Cuaca yang sulit di perkirakan, yang berhubungan dengan ketersediaan  buah segar dan waktu berjualan.
·         Kesulitan menandingi produk kompetitor yang sudah lebih dulu terkenal di masyarakat.
c.       Peluang (Opportunity)
·         Konsumen penggemar martabak tidak hanya kalangan remaja, tetapi orang dewasa, dan orang tua. Selain sangat menyukai variasi rasa, konsumen menyukai produk yang pas di kantong dan berkualitas.
·         Maraknya kegiatan foto kontes kuliner dan food blogger.
·         Maraknya keinginan untuk konsumsi makanan sehat seperti buah-buahan di kalangan masyarakat
·         Membangun ruko, sehingga dapat menampung lebih banyak konsumen.
·         Menambah fasilitas dan menawarkan lebih banyak variasi rasa.
·         Program marketing dan promosi yang akan menarik konsumen.
d.      Ancaman (Threats)
·         Banyak bermunculan produk martabak dengan foto dan promosi yang menggiurkan konsumen.
·         Munculnya produk sejenis dan meniru konsep yang telah dijalankan.
      Adapun dari aspek lingkungan, usaha martabak ini tidak ingin menimbulkan dampak yang merugikan bagi masyarakat sekitar, seperti pencemaran lingkungan. Oleh karenanya sisa-sisa bahan hasil produksi berupa sampah basah dan kering selalu dipisahkan dan dibuang di tempat sampah setelah selesai berjualan. Selain itu sering timbul perasaan tidak enak antara pemilik usaha dengan masyarakat sekitar karena menitipkan gerobak di area tersebut setelah berjualan, serta merasakan perasaan was-was karena keamanan yang minim akibat tidak adanya pengawas yang menjaga gerobak ketika selesai berjualan.













BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1       Kesimpulan
   Dari analisis aspek-aspek kelayakan pendirian usaha yang telah disebutkan, dapat ditarik kesimpulan yaitu bisnis ini dinyatakan belum layak dari segi aspek finansial. Hal ini dikarenakan terdapat kerugian dari penjualan martabak asin ukuran sedang dengan harga Rp 13.000 dan martabak manis ukuran kecil dengan harga Rp. 15.000. Akan tetapi, bisnis ini dinyatakan layak jika ditinjau dari keseluruhan aspek selain aspek finansial.

3.2       Saran
1.              Mengingat persaingan dengan usaha yang sejenis relatif tinggi maka, perlu adanya peningkatan kualitas dari produk yang dihasilkan, pengestimasian biaya produk yang dapat lebih terjangkau, serta peningkatan pelayanan kepada pelanggan.
2.              Perlunya penanganan khusus terhadap biaya bahan baku karena bahan-bahan yang digunakan untuk produksi lebih banyak bahan berkualitas premium.
3.              Jika pemilik usaha memiliki latar belakang keuangan dan pemasaran kuat serta didukung oleh administrasi dan sumber daya manusia yang berkualitas, maka usaha ini dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar